dalam hujan yang semalam
(sebuah puisi ketika hujan)
jemari hujan menyentuh pipi,
cawan kopi dan tisu
di atas meja pada petang sepi itu
pertemuan kita menjadi singkat
kau dan aku segera berlari
di bawah lengkung pelangi dan
rintik yang kian kasar
sempat kita berjanji
untuk bertemu lagi
aku masih menantikan detik itu
biarpun dalam mimpi
ketika khabar perlahan-lahan menghampiri
bahawa kau sudah kembali
ke negeri abadi
Semenyih,
23 Oktober 2013
Langgan:
Catat Ulasan (Atom)
0002 Catatan India-Kashmir | Menghitung Hari
Januari tahun lalu, sudah masuk fasa berdebar-debar memandangkan tarikh untuk ke India-Kashmir semakin hampir. Mengatur kerja, menyusun buk...
-
Orang-orang Yahudi mengabadikan diri mereka yang begitu mendalam dan bersungguh-sungguh terhadap ilmu pengetahuan. Kepada mereka, m empelaja...
-
Pagi tadi, perut saya berkeroncong supaya minta diisi lebih awal. Matahari masih belum lagi terik memancar. Jam baru melewati angka 11. Lalu...
-
This is not a new environment actually.. Terasa jugak bosan kat opis baru ni....teringat kat tempat lama. Tempat kena baling file, kena maki...
Tiada ulasan:
Catat Ulasan