1)
Saya membeli Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck ketika Ramadhan lalu. Berada dalam susunan buku perlu baca, akhirnya tiba juga gilirannya. Benar, saya ketinggalan. Walaupun boleh dipinjam dari perpustakaan, dari teman-teman, tetapi saya lebih senang buku ini menjadi koleksi peribadi. Bagi sebuah karya agung dari penulis dan ulama besar, pasti ada banyak inti tersirat perlu saya hadam satu persatu.
2)
Di celah-celah musim rumah terbuka yang tiba di penghujung, saya bersyukur tidak terperangkap dalam stigma raya sebulan. Syukurlah, kelas tiga minggu berturut-turut pada Ahad sebaik sahaja usai cuti raya menyelamatkan diri dari menjadi penyimpan kolesterol dan lemak yang berlebihan akibat dari sesi makan-makan hujung minggu. Ada juga yang menjemput, tetapi maaflah, kelas bercampur bangsa tidak menghiraukan apa perayaan pun. Barulah satu Malaysia namanya!
Rabu, September 29, 2010
Langgan:
Catat Ulasan (Atom)
0002 Catatan India-Kashmir | Menghitung Hari
Januari tahun lalu, sudah masuk fasa berdebar-debar memandangkan tarikh untuk ke India-Kashmir semakin hampir. Mengatur kerja, menyusun buk...
-
"Penat, bosan, sedih, haru, menyampah, kosong, sunyi, geram, marah, cemburu..... apa lagi?" "Kenapa" "Semua perasaa...
-
Qalam Blog ini hidup kembali. Silalah berkunjung
-
Pagi tadi, perut saya berkeroncong supaya minta diisi lebih awal. Matahari masih belum lagi terik memancar. Jam baru melewati angka 11. Lalu...

Tiada ulasan:
Catat Ulasan